Esemka Tidak Lulus Uji Emisi

Tidak ada kata menyerah dan patah arang dari pemerintahan kota Solo meskipun Esemka dinyatakan tidak lulus uji emisi yang diadakan beberapa waktu lalu. Langkah Walikota Surakarta, Joko Widodo untuk memproduksi Esemka secara masal nampaknya butuh waktu lebih lama lagi. Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, fase uji emisi adalah  tahap awal perjuangan  menjadikan Esemka sebagai mobil nasional.

Pada tahun 2010  Esemka sendiri sudah mengajukan uji layak jalan. Namun masih ada kekurangan pada lampu dan beberapa standar yang harus dipenuhi. Mengenai lampu yang tidak lolos uji, dikarenakan pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki 12.000 candle (CD), namun pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD.

Berkenaan juga dengan standar emisi untuk mobil baru yang harusnya membuang karbondioksida (CO) dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram/km. Namun mobil Esemka Rajawali emisi pembuangannya masih cukup tinggi yaitu CO-nya 11,63 gram/km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/km.

Permasalahan yang dialami oleh Esemka sendiri murni merupakan masalah teknis mesin dan sebenarnya masih dapat diperbaiki oleh teknisi Esemka sendiri. Esemka rencananya akan menjalani uji emisi kembali setelah menjalani perbaikan sesuai dengan standar yang diberikan.

0 komentar:

Posting Komentar